Minggu, 20 Oktober 2013

Pasang SEO smart link untuk Blogspot/blogger(update)

Belajar SEO Blogspot - Pernah dengar plugin SEO smart link ? sebuah plugin untuk wordpress yg fungsinya mengubah setiap kata yang kita tentukan, menjadi sebuah link. Kini plugin tersebut dapat kita pasang juga di blogspot.

seo smart link blogger
Semua kata "SEO" akan otomatis diconvert menjadi link
Akan tetapi sudah sejak tahun lalu script ini sudah tidak bekerja.
Tapi tenang dulu, sekarang scriptnya sudah diperbaiki berkat bantuan seorang teman, Ganda Manurung namanya. Beliau adalah salah seorang programmer indonesia terbaik. Beliaulah salah seorang sahabat blogger yang banyak memberikan saran2 bermutunya kepada juragan. Terimakasih sekasih2nya kepada beliau. Ikuti tutorial memasang seo smart link plugin untuk blogspot/blogger dibawah ini.

Bagaimana cara kerja seo smart link untuk blogspot ini ?
Script ini akan membaca setiap kata pada setiap posting. Contohnya, jika sobat memasukkan kata "SEO" pada script tersebut maka otomatis pada semua halaman yang terdapat kata "seo" akan di link ke alamat url yang telah sobat tentukan.

Apakah script autolink ini melanggar google guidelines?
Tidak, selama jumlah link yang sobat masukkan pada kode autolink masih dalam tahap wajar. Rekomendasi juragan, cukup 1 link saja.

Bagaimana cara memasang kode autolink ini di blogspot sobat ?
  1. Step pertama, Login ke blogger.com lalu ke design(rancangan).
  2. Menuju tab edit html. Tekan ctrl+f di keyboard. Dan cari kode </body> 
  3. Lihat kode scriptnya disini (klik untuk melihat di tab baru)
  4. Setelah halaman script terbuka silahkan copy pastekan semua kode di script tersebut tepat diatas kode </body>
Keterangan :
  • Lihat bagian paling akhir kode dan ganti SEO dengan kata atau kata kunci yang sobat pilih.
  • dibawahnya Ganti http://blogjuragan.blogspot.com/ dengan alamat url yang dituju.
Semoga berhasil !
Terima kasih untuk sumber

Rabu, 02 Oktober 2013

Tugas Teori Organisasi Umum 1 softskill

Tugas Teori Organisasi Umum 1 softskill kelompok 3 bisa  DOWNLOAD DISINI


1.      Organisasi Dalam Arti Statis
Organisasi dalam arti statis berarti melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak atau diam. Melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak berarti melihat organisasi itu seperti yang tergambar dalam bagan (organogram) yang beraneka ragam.
Ada berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti statis, antara lain sebagai berikut :
*   Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat yang berarti :
a. Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya,
b. Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang (group of people) yang mengadakan  kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
c. Organisasi sebagai wadah atau tempat di mana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan menajemen itu bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manajemen.
*   Organisasi dipandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang

bersifat formal seperti yang tergambar dalam suatu bagan dengan mempergunakan kotak-kotak yang beraneka ragam. Kotak-kotak tersebut member gambaran tentang kedudukan atau jabatan yang harus diisi oleh orang-orang yang memenuhi persyaratan sesuai dengan fungsi masing-masing.
*   Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang ada yang menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando dan garis tanggungjawab.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa organisasi dalam arti statis merupakan wadah atau tempat kegiatan administrasi dan manajemen berlangsung dengan gambaran yang jelas tentang saluran hirarki daripada kedudukan, jabatan wewenang, garis komando dan tanggungjawab.

2. Organisasi Dalam Arti Dinamis
Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis. Memandang organisasi sebagai organisme yang dinamis berarti memandang organisasi tidak hanya dari segi bentuk dan wujudnya, tetapi juga melihat organisasi itu dari segi isinya. Isi daripada organisasi adalah sekelompok orang-orang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan kata lain organisasi dalam arti dinamis berarti menyoroti aktivitas atau kegiatan yang ada didalam organisasi, serta segala macam aspek yang berhubungan dengan usaha pencapaian tujuan yang hendak dicapai.
Dengan demikian terdapat berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis, sebagai
berikut :
a. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu selalu bergerak mengadakan pembagian tugas atau pekerjaan sesuai dengan system yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup daripada organisasi itu.
b. Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dari segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi organisasi dalam arti dinamis menyoroti unsur manusia yang ada di dalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan.
*    Organisasi dalam arti dinamis selalu diharapkan kepada dua macam kemungkinan, yaitu :
            a. Kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang, yaitu berarti organisasi selalu bergerak untuk tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman. Pertumbuhan dan perkembangan organisasi dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif. Yang lebih penting adalah pertumbuhan dan perkembangan organisasi yang bersifat kualitatif.
b. Kemungkinan organisasi itu akan mati. Hal ini merupakan ancaman dan tantangan yang mau tidak mau harus dapat diatasi.

STRUKTUR ORGANISASI
kerangka yang terdiri dari satuan-satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas, serta wewenang yang masing-masing mempunyai peranan serta hubungan tertentu dalam kesatuan yang utuh.

STRUKTUR ORGANISASI YANG BAIK ?
•         Sehat, berarti dapat menjalankan fungsinya dengan tertib.
•         Efisien, dalam menjalankan peranannya tersebut masing-masing dapat mencapai perbandingan terbaik antara usaha dan hasil kerja.
AZAS-AZAS ORGANISASI :
Organisasi yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengan kebutuhan, harus didasarkan pada asas, beberapa azas dalam organisasi adalah sebagai berikut : 

1. Azas Tujuan Organisasi (Principle of organizational objectives)
Tujuan organisasi harus jelas dan rasional; apakah bertujuan untuk mendapatkan laba ataukah untuk memberikan pelayanan. Hal ini merupakan bagian penting dalam menentukan struktur organisasi.

2. Asas Kesatuan Tujuan (Principle of unity of objective)
Suatu organisasi harus ada kesatuan yang ingin dicapai. Organisasi secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.organisasi akan kacau bila tidak memiliki kesatuan tujuan. 

3. Azas Kesatuan Perintah (Principle of unity of command)
Setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawaban hanya kepada satu orang atasan, namun seorang atasan dapat memerintah beberapa orang bawahan. 

4. Asas Rentang Kendali (Principel of the span of management)
Seorang manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu, misalnya 3 sampai 9 orang. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manajer bersangkutan. 

5. Asas Pendelegasian Wewenang (Principle of delegation of authority)
Hendaknya pendelegasian wewenang dari seorang atau sekelompok orang kepada orang lain jelas dan efektif sehingga seorang manajer mengetahui wewenangnya. 

6. Azas Keseimbangan Wewenang Dan Tanggung Jawab (Principle of parity of authority and responsibility)
Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul harus sama besarnya, hendaknya wewenang yang didelegasikan tidak meminta pertanggungjawaban yang lebih besar dari wewenang itu sendiri ataupun sebaliknya.

7. Azas Tanggung Jawab (Principle of responsibility)
Pertanggungjawaban dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang (line authority) dan pelimpahan wewenang. Dengan kata lain, seseorang hanya akan bertanggung jawab kepada orang yang melimpahkan wewenang tersebut. 

8. Azas Pembagian Kerja (Principle of departmentation)
Pengelompokan tugas-tugas, pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam satu unit kerja hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan tersebut. 

9. Azas Penempatan Personalia (Principle of personnel placement). 
Penempatan orang-orang pada setiap jabatan harus didasarkan atas kecapakan, keahlian dan keterampilannya (the right man, in the right job) : mismanagement penempatan harus dihindarkan. Efektivitas organisasi yang optimal memerlukan penempatan karyawan yang tepat. Untuk itu harus dilakukan seleksi yang objektif dan berpedoman atas job specification dari jabatan yang akan diisinya. 

10. Azas Jenjang Berangkai (Principle of scalar chain)
Saluran perintah atau wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertical yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek., jelas dan menempuh jarak terpendeknya. Hal ini penting, karena dasar organisaasi yang fundamental adalah rangkaian wewenang dari atas ke bawah. 

11. Azas efisiensi (Principle of efficiency)
Suatu organisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yang minimal.

12. Azas Kesinambungan (Principle of continuity)
Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya. 

13. Azas Koordinasi (Principle of coordination)
Merupakan rangkaian dari asas-asas organisasi lainnya. Koordinasi dimaksudkan untuk mensinkronkan dan mengintegrasikan segala tindakan, supaya terarah pada sasaran yang ingin dicapai.

A.       FUNGSI ORGANISASI
Fungsi – fungsi organisasi antara lain :
·           Sebagai dasar bagi organisasi untuk mencapai hasil akhir
·           Sumber legitimasi guna mendapat sumber daya
·           Standart Pelaksanaan
·           Sumber Motivasi
B.    TUJUAN ORGANISASI
1. Tujuan kemasyarakatan (societal goals). Masyarakat pada umumnya, contohnya memproduksi barang dan jasa, mempertahankan pesanan, mengembangkan dan memelihara nilai-nilai budaya, dan sebagainya.
2. Tujuan keluaran (output goals). Publik dalam hubungannya dengan organisasi, contohnya barang-barang konsumen, jasa-jasa bisnis, pemeliharaan kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
3. Tujuan sistem (system goals). Pernyataan atau cara pelaksanaan fungsi organisasi, tidak tergantung pada barang atau jasa yang diproduksi atau tujuan yang diambil,  contohnya penekanan pada pertumbuhan, stabilitas, laba atau cara-cara pelaksanaan fungsi, seperti menjadi ketat atau longgar dikendalikan dan disusun.
4. Tujuan produk atau tujuan karakteristik produk (products goal). Berbagai karakteristik barang- barang atau jasa-jasa yang diproduksi, contohnya penekanan pada kualitas atau kuantitas, gaya, ketersediaan, keunikan, keanekaragaman atau pembaharuan produk.
5. Tujuan turunan (derived goals). Tujuan digunakan organisasi untuk meletakkan kekuasaannya dalam pencapaian tujuan-tujuan lain.
PROSES PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian adalah proses mengatur dan menghubungkan pekerjaan yang harus dilakukan, sehingga dapat diselesaikam secara efektif dan efisien oleh orang-orang yang menjadi anggota dari organisasi tersebut.
Penyusunan organisasi menyangkut kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.       Merumuskan tujuan organisasi secara jelas, serta mengidentifikasi dan menetapkan macam-macam pekerjaan yang diperlukan untuk melaksanakan keseluruhan program yang direncanakan.

b.      Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang semula merupakan pekerjaan yang kompleks dan besar menjadi unit-unit pekerjaan serumpun dengan penentuan biro-biro, bagian, atau sebagian.
c.       Menyusun unit-unit pekerjaan tersebut di atas sehingga terbantu struktur organisasi yang teratur, baik dalam berhirarki maupun dalam fungsinya.
d.      Merumuskan wewenang dan tanggung jawab serta beban tugas masing-masing pejabat pada setiap unit.
e.       Menentukan jalur komunikasi, wewenang dan tanggung jawab serta aliran kerja yang menjamin terciptanya koordinasi yang efektif
f.       Menyusun staff (staffing). Merumuskan tentang persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk memilih persoalan yang akan memangku jabatan. (the right man on the right place)

Program Looping Dasar Pada COBOL

Program Looping Dasar pada Cobol

  Pict gambar coding-nya :


Penjelasannya:

Pada umumnya program cobol diawali dengan penulisan program pada kolom ke 8 atau disebut dengan Area A. Judul divisi, judul section, nama paragraph, judul file description dan level number di mulai pada kolom ini.
Penulisan pada program cobol menggunakan huruf besar dan harus diakhiri dengan tanda titik.
Penulisan division harus secara berurut mulai dari:
IDENTIFICATION DIVISION.
Informasi tentang program.
PROGRAM-ID. LOOP.
Jenis program, ditujukan untuk proses looping (perulangan).
ENVIRONMENT DIVISION.
Berisi informasi computer yang digunakan dan input/output untuk memproses file.
DATA DIVISION.
Bagian isi dari data program yang diolah.
Masuk ke bagian (section) dari DATA DIVISION.
WORKING-STORAGE SECTION.
Tempat atau nilai untuk hasil pengerjaan proses ke perhimpunan selanjutnya.
01 DAATA.
Level number 01 dengan judul section DAATA. Menggunakan 2 huruf A di depan dengan maksud sebagai judul section DATA, agar judul section ini tidak mengganggu posisi dari DATA DIVISION.
02 NILAI PIC 9(2) VALUE 10.
Level number 02 untuk variable NILAI dengan tipe data numeric berjumlah 2 dan bernilai 10.
02 NILAI1 PIC 9(2) VALUE 10.
Level number 02 untuk variable NILAI1 dengan tipe data numeric berjumlah 2 dan bernilai 10.
i PIC 99.
Variable i menggunakan tipe data numeric yang ditampilan sebanyak 2 digit.
j PIC 99.
Variable j menggunakan tipe data numeric yang ditampilan sebanyak 2 digit.
SCREEN SECTION.
Untuk mendefinisikan bentuk dari layar untuk tampilan input data maupun hasil output. Kembali ke kolom 8.
01 CLS.
Level number 01 dengan nama record CLS.
02 BLANK SCREEN.
Level number 02 ditulis pada kolom 12 berisi perintah BLANK SCREEN untuk membersihkan layar sebagai isi perintah dari record CLS.
PROCEDURE DIVISION.
Menunjukan prosedur atau aturan dari instruksi yang mempunyai akibat secara langsung menghasilkan output yang diminta dari sejumlah input yang ada.
MULAI.
Judul section untuk menunjukan memulai program.
PERFORM CETAK.
Instruksi untuk melompat ke paragraph CETAK.
VARYING i FROM 1 BY 1 UNTIL i > NILAI1.
AFTER j FROM 1 BY 1 UNTIL j > i.
18-19: variasi bentuk nilai i dimulai dari 1 bertahap 1 langkah sampai nilai i lebih besar dari nilai variable NILAI1. Kemudian j dimulai dari 1 dan bertahap juga 1 langkah sampai j lebih besar dari nilai i.
STOP RUN.
Instruksi untuk menghentikan proses.
CETAK.
Paragraph atau section CETAK.
DISPLAY ( , ) j.
Menampilkan nilai j di bari dan kolom awal.
IF i = j DISPLAY SPACE.
      Jika nilai i sama dengan nilai j maka akan ditampilkan spasi ke baris baru. Dimana i diartikan sebagai nilai
      yang tercetak menyamping per baris dan j nilai yang tercetak ke bawah per kolom.

Compile Program:




Tampilan Program:





Semoga bermanfaat :) 
Sumber : http://agustronger.blogspot.com